Sunday, July 5, 2015

K A K E K

Saya mah orangnya asal tulis, nd bakat jadi penulis beda sama si kk, itulah alasan kenapa di keluarga kk saya lebih berpengaruh daripada saya. Kalau bahas ini jadi ingat almarhum kakek dan bapak tua, rindunya sama kedua orang itu. Kakek selalu memperlihatkan kebanggaannya memiliki saya tidak seperti yang lain, dimana-mana nama kk terus yang disinggung, inilah itulah, mungkin ini perasaan saya saja tp itulah kenyataan yang saya rasakan selama ini. Baru sadar kalau adil itu susah ternyata, kadar adil masing-masing orang beda. Rindunyaaa seandainya masih hidup, mau peluk mau cium mau bilang terima kasih, mau minta maaf karena punya banyak dosa sama kakek dulu.


Kakek itu orangnya baiiikkk, dulu waktu masih hidup, setiap saya mampir di warungnya pasti langsung ditawarkan "mau minum apa? Susu? Fanta atau apa? ambil saja", atau kalau lapar dikasih uang buat beli makanan, pokoknya dimanjakan sama si kakek, serasa isi warungnya itu semua punya saya, ambil apa saja gratis --".

Waktu pengumuman lulus bebas tes masuk Unhas bangganya kakek luar biasa, kakek sampe nabung buat dikasih ke saya untuk jadi pegangan, dan isinya itu uang recehan, bukan uang biru atau merah, benar-benar uang recehan seribuan, lima ribuan, duapuluhribuan. rutinitas kakek juga kalau terima raport pasti hadiahnya buku 2 kodi, kalau H-2 lebaran pasti ke rumah bawa ayam 2 ekor.

Ketemu kakek terakhir waktu lagi ngajar adek matematika di rumah kalau kaga salah ingat --", adek yang di ajar kakek yang menjawab, dan itu buat emosi juga, terus saya bilang "kakek, tidak usah jawab-jawab, biarkan nala yang jawab" terus kakek cuma senyum lalu berdiri dan naik ke lantai 2 rumah untuk istrahat. Beberapa hari kemudian saya di haruskan kembali ke makassar untuk urus krs dan menghadap dosen kemudian balik lagi lanjut liburan. Rencananya kalau liburan kelar, kakek mau ikut ke makassar mau kenalin keluarga yang ada di makassar yang keberadaannya tidak saya ketahui. tapi ternyata Allah berkehendak lain, Allah lebih sayang kakek. Sebelum saat itu tiba kakek sudah dipanggil Allah.

Allah, berikan tempat yang terbaik untuk kakekku, buat kakekku bahagiah. Amiiinnn
I Love You Kakek

No comments: