Friday, May 10, 2013

Anak-Anak itu

lampu merah tampak ramai,,,
ramai dengan mobil dan motor yang menanti kapan lampu merahnya berubah menjadi hijau, ramai dengan anak-anak yang gembira ketika lampu itu selalu merah, anak-anak dengan berjuta harapan yang menggantungkan hidup hari ini pada sebuah lampu merah, anak-anak yang punya harapan lebih dari apa yang ditakdirkan Tuhan saat ini, anak-anak yang moral baiknya sedikit pudar karena hukum alam.
Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat dilingkungan dimana mereka dibesarkan, dan kita hanya bisa menyaksikan bagaimana hukum alam ini berjalan, ketika anak-anak yang menggantungkan hidup di jalanan dengan anak-anak yang menggantungkan hidup dirumah yang layak dibedakan.
anak-anak itu menantang maut ditengah jalan, meminta dan terus meminta bukan karena keinginan mereka tapi karena takdir yang tidak bisa mereka tepis, orang tua menjadi mandor anak menjadi pekerja bukan hal yang baru lagi di dunia ini itu sudah bisa dan menjadi tontonan tragis dari realita kehidupan yang ada. iya itulah kehidupan ketika anak-anak itu tidak bisa bersaing, ketika anak-anak itu tidak melawan takdir yang diberikan Tuhan bukan membantah takdir Tuhan hanya memohon kepada Tuhan bantu aku mengubah takdir ini menjadi lebih baik, tidak ada manusia yang mau menjadi seperti ini yang kebal dengan segala olok-olok manusia lain yang tidak pernah merasakan beratnya melawan takdir ini, bermuka tebal demi hidup sehari-hari. mereka hanya anak-anak biasa, anak-anak yang moral baiknya telah pudar, anak-anak yang menjadi lebih jahat karena pergaulan salah, anak-anak yang menjadi pengganggu karena sepersen uang, anak-anak itu punya harapan sama seperti anak-anak rumahan, bisa mendapat penghidupan yang layak sudah cukup. anak-anak itu :).. Tuhan tidak akan mengubah takdir kita jika kita tidak berusaha,, apakah kalian mau contoh? contohnya seperti anak-anak itu yang pasrah dengan takdir dan lebih memilih menjadi pengemis daripada seorang dermawan yang memberi ....

di kehidupan sehari-hari Tuhan selalu memberi kita pelajaran, tergantung bagaimana kita memahaminya, kehidupan anak-anak itu adalah pelajaran hidup bahwa hidup ini tidak semudah membalikkan telapak tangan.

No comments: