Thursday, August 11, 2011

Apakah ini permainan..?? Part 3 END

Wah baru dapen inspirasi lagi.. :) ini dy kelanjutan ceritanya.. mav yah teman2 lama nunggu *ngarep

Selama marahan sekitar 1 Minggu, dipikiran selalu pertanyaan itu2 saja yang terlintas dipikiranku, tanpa ada keberanian untuk menanyakan langsung untuk mengetahui jawabannya. Pada akhirnya semua kembali normal karena kesadarannya sendiri bahwa dia salah.

Yah, semua berjalan normal seperti pasangan lainnya, tapi tak begitu lama mungkin karena masing-masing dari kami egois atau mungkin aku yang keras kepala, tak mau mendengar sarannya dan hanya diam kalo tidak suka dengan apa yang dia lakukan, ini mungki kesalahanku dari awal, ungkin karena ini juga dia agak bosan bersama denganku, dia lebih memilih bersama adik kelasku yang dia anggap adik. Ini kasus juga, sebelum dia balik sama aku mereka berdua ini sangat dekat sampe guru-guru nganggap mereka jadian ternyata tidak. Yah mungkin kedekatan mereka udah kayak orang jadian.

Yah, saat itu Pensi di sekolah, dan adik-adik kelasku ngadain bazar makanan,, ketika aku bercanda ria bersama teman2ku di dewan guru, tiba-tiba tatapanku terpaku pada dua orang makhluk yang tidak asing lagi dan kedua orang itu sangat aku kenal, Yah dia pacarku bersama adiknya itu sedang bercanda ria berdua, hatiku terasa teriris-iris, sakiiiiiitttt -__-',,, dan tak sadar airmataku menetes, kenapa?? mungkin ini yang namanya cemburu menguras bak mandi,, hahahahhah, menguras hati maksudnya, airmataku semakin deras ketika aku hendak menghampiri mereka dan apa yang terjadi?? dia tidak menghiraukan kedatanganku, tidak tau sadar atau tidak,,, padahal saat itu kami tidak ada masalah apa

Apakah aku dipermainkan?

Pertanyaan itu semakin ingin keluar ketika kami hendak berpisah karena suatu tujuan, melanjutkan pendidikan... suatu sore dia membuat janji kepadaku untuk pergi bersama yah ngedate gituuuu... tapi tidak begitu lama, aku sempat tanya ke dia
"malam ada acara?"
"ada"
"acara apa"
"ngumpul bareng teman-teman"
"oh gituuu"

perbincangan itu adalah sebuah perbincangan terakhirku sebagai pacarnya,,, 
karena aku merasa dibohongi,, kenapa tidak mau jujur saja kalo mau ngumpul sama adikmu?? apakah kamu takut aku marah?? kalo saja kamu jujur aku pasti tidak akan marah,, sekarang aku benar2 tidak tahan lagi, telingaku panas karena mendengar pertanyaan teman2ku, tentang kejadian malam minggu itu.

"Yu, kamu dimana waktu malam minggu?"
"dirumah, kenapa?"
"Loh, aku kira kamu jalan sama pacarmu"
"kenapa, emang?"
"aku liat dia jalan bareng adiknya ituu tuch"
"ah masa sich?"
"iya, aku sempet negur juga, aku kira kamu ada sama dia juga"

betapa shocknya aku saat mendengar itu,, aku langsung mengambil handphone sms pacar tapi tak dibalas, berkali-kali aku sms kenyataannya juga sama tidak dibalas

kenapa dari awal dia selalu membuatku sakit hati?? Apakah ini hanya pemainannya?? karena proses penambakan itu diawali dari iseng-iseng saja?? Atau semua itu dia lakukan untuk membahagiakan kakakku??

Sampai sekarang pertanyaan itu masih berputar-putar dikepalaku, tak usah dipikirkan lagi sekarang kita END,,, Kamu kamu saya saya, kita tidak punya hubungan apa-apa lagi selain seorang teman biasa. Terima kasih permainannya, Aku sangat menikmati kepahitannya.


THE END

No comments: